Saturday, September 17, 2016

Mencomblangi baju kotor dan tukang cuci kiloan

Meski remeh-temeh, urusan baju kotor seringkali memusingkan dan menyita banyak waktu.
Bukan soal mencuci saja. Di kota besar seperti Jakarta, keperluan mengantar pakaian kotor ke penatu pun kadangkala merepotkan.

Jam kerja yang padat membuat pengguna penatu tak ketemu waktu yang pas dengan jam buka laundry. Belum lagi susahnya meluangkan waktu untuk mengambil pakaian bersih.
Pun begitu bagi para pebisnis penatu, tak mudah bagi mereka untuk melebarkan sayap bisnis demi menjangkau pasar yang lebih luas. Butuh modal besar kalau ingin menambah cabang plus waktu yang tak sebentar sampai bisa balik modal.

Terlebih, pebisnis penatu kerap mengalami masalah dalam cash flow. Sebab, uang baru akan masuk saat pelanggan mengambil baju.
Hal ini yang dirasakan oleh Halilintar Ramadhan saat ikut mengurus usaha penatu keluarganya dua tahun terakhir. Dia bilang sulit untuk mengembangkan usaha dan menggarap pasar anyar.
Tak ayal, Halilintar kudu memutar otak untuk bisa membesarkan usaha keluarga namun tetap meminimalisasi pembelian aset. Berbekal riset, Halilintar menemukan ide untuk membuat aplikasi on-demand service yang fokus pada jasa penatu.