Sunday, April 29, 2018

“6” Contoh Laporan Arus Kas Perusahaan (Dagang dan Jasa)


Pengertian Laporan Arus Kas (Statement of Cash Flow)


Laporan arus kas – adalah laporan keuangan perusahaan yang berisi sumber beserta penggunaannya (kas). Laporan arus kas terdiri dari 4 bagian, apa sajakah itu ?
  1. Laporan arus kas terdiri untuk kas dan setara kas terdiri atas kas, giro BI, dan Giro pada bank lain.
  1. Kas dari aktivitas operasi, adalah kas yang berasal dari kegiatan utama perusahaan. Contohnya: hutang dagang, pembayaran gaji karyawan.
  1. Kas dari aktivitas investasi, adalah kas yang berhubungan dengan perolehan atau penjualan aktiva tetap.
  1. Kas dari aktivitas pendanaan, adalah kas yang berhubungan dengan penambahan atau pengurangan modal perusahaan.
Berbeda dengan 3 (tiga) jenis laporan keuangan perusahaan lainnya yaitu, laporan laba rugi, laporan perubahan modal dan laporan neraca. Peyusunan laporan arus kas memerlukan pemahaman yang lebih dibandingkan lainnya.

Sumber Data Laporan Arus Kas

Data informasi yang dibutuhkan untuk menyusun laporan arus kas adalah dari neraca periode sebelumnya dan periode yang bersangkutan dan laporan laba rugi pada periode yang bersangkutan.

Friday, April 20, 2018

Laporan Arus Kas : Pengertian, Cara, Tujuan dan Contoh


Setiap perusahaan baik perusahaan barang maupun perusahaan jasa selalu memiliki sistem pencatatan atau sistem akuntansi yang dapat digunakan sebagai laporan dari semua kegiatan atau operasi perusahaan. Salah satu catatan akuntansi atau laporan akuntansi yang menyajikan informasi keuangan disebut laporan keuangan (Financial Statement).

Laporan keuangan (Financial Statement) perusahaan biasanya disusun secara sistematis dan kronologis (berdasarkan tanggal urut terjadinya transaksi) karena fungsinya untuk memberikan informasi mengenai kondisi suatu perusahaan. Selain kondisi perusahaan terkini yang dapat diketahui, dengan adanya laporan keuangan juga dapat diketahui kinerja suatu perusahaan dalam suatu periode.

Berdasarkan pada standar Akuntansi Keuangan (SAK) No.1, laporan keuangan terdiri atas neraca, laporan laba/rugi, laporan perubahan modal/ekuitas, laporan keuangan arus kas/ laporan arus kas/ laporan kas (cash flow statement), dan catatan atas laporan keuangan. Laporan keuangan (financial statement) pada perusahaan dagang maupun perusahaan jasa pada dasarnya sama, hanya sedikit perbedaan yang ada pada laporan keuangan perusahaan dagang dan jasa. Hal tersebut disebabkan oleh perbedaan kegiatan utama pada perusahaan  dagang dan jasa.

Dalam kesempatan kali ini salah satu laporan keuangan yang akan saya bahas yaitu laporan keuangan arus kas. Laporan keuangan arus kas yang akan dibahas meliputi pengertian, cara menyusun, tujuan dan contoh.

Pengertian
Laporan keuangan arus kas (cash flow statement) memiliki pengertian sebagai laporan keuangan yang menyajikan informasi tentang penerimaan dan pengeluaran kas suatu perusahaan selama suatu periode.  Hal yang biasa disajikan atau digambarkan dalam laporan keuangan arus kas (Cash Flow Statement) meliputi jumlah kas yang diterima, seperti pendapatan tunai dan investasi tunai dari pemilik serta jumlah kas yang dikeluarkan perusahaan, seperti beban-beban yang harus dikeluarkan, pembayaran utang, dan pengambilan prive.

Thursday, April 12, 2018

CARA MEMBUAT LAPORAN CASH FLOW

Statement of cash flow atau laporan arus kas merupakan laporang yang berisi mengenai informasi yang berhubungan antara penerimaan dan pengeluaran kas pada suatu perusahaan selama periode tertentu.

Kegunaan dari laporan cash flow adalah agar dapat mengetahui realisasi penerimaan serta pengeluaran kas suatu perusahaan, dengan harapan dapat mengetahui potensi realisasi kas di masa yang akan datang nanti. Selain dapat mengetahui potensi realisasi kas di masa yang akan datang, kegunaan lain dari statement of cash flow atau laporan arus kas adalah untuk mengetahui potensi kemampuan dari suatu perusahaan agar dapat membagikan dividen dalam bentuk kas.

Beberapa orang sering berpendapat bahwa “saldo akhir kas sudah ada di neraca”. Pendapat tersebut benar bahwa pada neraca sudah pasti tercantum saldo akhir kas, tetapi belum secara terperinci atau detail mengenai asal kas tersebut dan untuk apa saja kas tersebut digunakan atau dikeluarkan. Maka dari itu perlu dibuat suatu laporan cash flow demi mengatasi permasalahan itu.
Di dalam laporan cash flow terdapat tiga elemen, yaitu:

Operating Activities atau Arus Kas dari Kegiatan Usaha

Operating Activities atau Arus Kas dari Kegiatan Usaha merupakan arus kas yang berasal dari kegiatan usaha suatu perusahaan baik dalam bentuk pemasukan ataupun pengeluaran. Kegiatan yang telah diklasifikasikan ke dalam suatu kelompok ini akan tercermin atau terlihat pada laporan laba rugi perusahaan. Contohnya: penerimaan uang dari customer, pengeluaran uang untuk membayarkan hutang dan gaji karyawan, penerimaan dividen, pelunasan pajak dan penerimaan bunga.

Investing Activities atau Arus Kas dari Kegiatan Investasi

Investing Activities atau Arus Kas dari Kegiatan Investasi merupakan arus kas yang berasal dari kegiatan investasi suatu perusahaan baik dalam bentuk pemasukan ataupun pengeluaran. Kegiatan yang telah diklasifikasikan ke dalam suatu kelompok ini merupakan semua kegiatan yang berhubungan dengan aktivitas penjualan dan pembelian dari aktiva perusahaan serta kegiatan yang berhubungan dengan piutang perusahaan dengan entitas lain. Misalnya: penjualan mesin lama dan pembelian mesin baru.

Financing Activities atau Arus Kas dari Kegiatan Pendanaan

Financing Activities atau Arus Kas dari Kegiatan Pendanaan merupakan arus kas yang berasal dari kegiatan pendanaan pada suatu perusahaan. Contohnya: emisi saham, pelunasan kredit dari bank, penjualan obligasi, pembayaran dividen.
CARA MEMBUAT LAPORAN CASH FLOW
Cara Membuat Laporan Cash Flow
Via: Cloudfront
Dalam menyusun laporan cash flow (statement of cash flow) terdapat dua metode, yaitu:

# Metode Tidak Langsung

Sunday, April 8, 2018

Return On Assets (ROA) dan Return On Investment (ROI) Menurut Para Ahli

Pengertian Return On Assets (ROA)
ROA menujukkan keefisienan perusahaan dalam mengelola seluruh aktivanya untuk memperoleh pendapatan.
Menurut Susan Irawati (2006:59), yang menyatakan bahwa :
Return On Assets adalah kemampuan suatu perusahaan (aktiva perusahaan) dengan seluruh modal yang bekerja di dalamnya untuk menghasilkan laba operasi perusahaan (EBIT) atau perbandingan laba usaha dengan modal sendiri dan modal asing yang digunakan untuk menghasilkan laba dan dinyatakan dalam persentase. Return On Assets sering kali disebut sebagai Rentabilitas Ekonomi (RE) atau Earning Power.
Menurut Suad Husnan dan Enny Pudjiastuti (2006:72) , yang menyatakan bahwa :
Rentabilitas Ekonomi : Rasio ini mengukur kemampuan aktiva perusahaan memperoleh laba dari operasi perusahaan. Karena hasil operasi yang ingin diukur, maka dipergunakan laba sebelum bunga dan pajak.
Menurut Bambang Riyanto (2008:336) , yang menyatakan bahwa :
Kemampuan dari modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan keuntungan neto.
Berdasarkan pendapat para ahli di atas, jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa return on assets adalah kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba.
Rumus ROA             
Menurut Susan Irawati (2006:59) , yang menyatakan bahwa :
ROA = EBIT/(Tottal Asset)x 100%
Ket :
EBIT (Earning Before Interest and Tax) = Laba sebelum bunga dan pajak