Tuesday, October 31, 2017

6 Fungsi Buku Besar dalam Akuntansi dan Kegunaannya


Buku Besar adalah salah satu komponen yang tidak asing dalam dunia perkembangan akuntansi. Pengertian buku besar ini adalah sebagai buku utama yang merangkum catatan semua transaksi keuangan kemudian mengkonsolidasikan masukan dari semua jurnal akuntansi. Inilah dasar pembuatan laporan neraca maupun laporan laba rugi (L/R).  Buku besar merupakan buku yang memuat akun-akun yang sudah dicatat baik dalam jurnal umum maupun jurnal khusus. Jurnal umum biasanya digunakan pada perusahaan jasa sementara jurnal khusus digunakan pada perusahaan dagang.

Poin kedua yang perlu dimengerti dari buku besar adalah yang dimuat dalam buku ini mulai dari nama akun hingga saldo yang ada. Buku besar baru bisa disusun ketika jurnal umum atau jurnal khusus selesai disusun. Bisa dikatakan bahwa sumber buku besar itu sendiri adalah jurnal dengan cara membuat jurnal umum maupun khusus yang sudah diketahui.

Mengapa buku besar dianggap penting? Pembahasan ini tidak jauh dari fungsi atau manfaat yang dimilikinya. Klasifikasi, fungsi, dan bentuk serta hal-hal yang berkaitan dengan buku besar akan dibahas melalui poin-poin berikut ini.
ads
Klasifikasi Buku Besar
Buku besar terdiri dari beberapa klasifikasi yang memiliki sub klasifikasi lagi. Secara garis besar, ada dua jenis buku besar yang dikenal, yaitu Buku Besar Umum dan Buku Besar Pembantu.
1. Buku Besar Umum
Dikenal dengan nama lain Buku Besar Induk dan Buku Besar Utama (General Ledger). Buku ini memuat informasi akun-akun sejenis yang sudah dicatat baik dalam jurnal umum maupun jurnal khusus. Buku ini juga digunakan untuk mencatata perubahan yang terjadi pada aset, ekuitas, maupun liabilitas suatu perusahaan. Selain itu buku ini juga mencatat adanya pemasukan atau pendapatan dan beban yang terjadi dalam satu periode konsep dasar akuntansi.

Monday, October 23, 2017

Metode Perpetual dan Periodik dalam Akuntansi

Dalam akuntansi dikenal ada dua macam metode dalam pencatatan persediaan, ada Metode Perpetual dan Metode Periodik. Sistem pencatatan metode perpetual disebut juga metode buku adalah sistem dimana setiap persediaan yang masuk dan keluar dicatat di pembukuan. Sementara metode periodik dilakukan dengan menghitung jumlah persediaan di akhir suatu periode untuk melakukan pembukuannya.

Dalam penjurnalan Metode Perpetual dan Periodik punya perbedaan khas, metode Perpetual melakukan pencatatan aktivitas keluar masuk persediaan dan HPP ketika transaksi penjualan. Sedangkan metode Periodik tidak mencatat HPP saat transaksi penjualan.
 
Masing-masing memiliki keunggulan, dengan Perpetual kita bisa mengatahui posisi nilai persediaan kapan saja, karena selalu di bukukan/dijurnal setiap ada aktivitas keluar masuk. Sedangkan untuk Periodik, pencatatan hanya dilakukan saat pembelian, pencatatan HPP dilakukan nanti di akhir periode yang ditentukan (bulanan, triwulan, semester atau tahunan) perusahan, sehingga lebih cepat dan ringkas dalam membukukan Penjualan.
 
Untuk lebih jelasnya tentang Metode Perpetual dan Periodik, mari kita bermain ilustrasi sederhana.
  • Persediaan awal 50.000.000
  • 02.01.2014 Dibeli persediaan barang dagang 100 pcs, @ 1.000.000, tunai.
  • 10.01.2014 Dibeli persediaan barang dagang 100 pcs, @ 1.000.000, tunai
  • 12.01.2014 Penjualan 20 pcs @ 1.200.000, kredit
  • 15.01.2014 Penjualan 30 pcs @ 1.200.000, kredit
Metode Perpetual
02.01.2014
Persediaan [D] 100.000.000
Kas/bank [K] 100.000.000
10.01.2014
Persediaan [D] 100.000.000
Kas/bank [K] 100.000.000

Tuesday, October 17, 2017

Pengertian Neraca dalam Akuntansi Keuangan, Jenis, Bentuk dan Contoh Neraca

Inilah arti neraca yang sering digunakan orang sebagai referensi dalam mengartikan apa itu pengertian Neraca. Tentu saja banyak diantara kita yang masih belum mengetahui apa itu Neraca.

Oleh karena itu, kami dari akan membantu anda memahami apa itu Neraca?.
Salah satu bagian dari keuangan yaitu neraca atau seringkali disebut dengan istilah posisi keuangan (balance sheet). 

Neraca adalah suatu laporan wajib untuk disusun atau dibuat oleh perusahaan untuk bisa memberikan gambaran mengenai kekayaan dan kewajiban yang dimilikinya. Suatu perusahaan bisa dianggap gagal dalam menyediakan informasi kalau tak menyusun laporan keuangan yang diantara berupa menyusun neraca. 

Hal tersebut wajar karena neraca memiliki informasi yang material untuk berbagai pihak seperti bondholder, shareholder, calon investor, government, akademisi dan berbagai macam pihak yang lainnya.

Pengertian Neraca dalam Akuntansi Keuangan, Jenis, Bentuk dan Contoh Neraca

Pengertian Neraca

Neraca adalah suatu bagian dari laporan keuangan yang berisi informasi dan melaporkan tentang aktiva, kewajiban, dan ekuitas pemegang saham pada suatu perushaan di tanggal tertentu. Informasi yang terkandung pada neraca yaitu informasi tentang sifat dan jumlah kekayaan, kewajiban (hutang) dan ekuitas dari pemilik perusahaan tertentu. Yang dimaksud dengan aktiva yaitu manfaat ekonomi yang mungkin dapat kita peroleh di masa depan atau dikontrol oleh entitas tertentu sebagai hasil dari transaksi atau kejadian di masa lampau. Pada aktiva, terdapat banyak sekali akun seperti piutang, kas, investasi, persediaan, tanah, bangunan, mesin, kendaraan, paten, goodwill, dan kekayaan perusahaan yang lainnya.

Sunday, October 8, 2017

Pengertian Neraca

Laporan Posisi Keuangan (balance sheet atau statement of financial position) atau yang biasa dikenal sebagai NERACA adalah suatu bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan atau entitas bisnis yang dihasilkan dalam suatu periode akuntansi dimana menunjukkan posisi atas keuangan perusahaan atau entitas bisnis tersebut pada akhir periode akuntansi tersebut yang bisa menjadi dasar dalam menghasilkan keputusan bisnis.

Struktur Neraca

Posisi Neraca Keuangan terdiri atas Dua (2) pos yaitu Aktiva (Aset) dan Pasiva. 

Dua pos tersebut terdiri atas 3 unsur yang terdiri atas aset (aktiva), dan pada pos Pasiva terdiri atas kewajiban atau hutang (liabilitas), dan ekuitas atau modal (equity). 

Ketiganya dihubungan dengan prinsip persamaan dasar akuntansi berikut : 


Aktiva = Kewajiban (Utang) + Modal


neraca
Neraca

Sunday, October 1, 2017

Penjelasan Kode Akuntansi Akun Pendapatan, HPP, & Biaya Administrasi

Berikut ini merupakan penjelasan kode akuntansi akun kelompok Pendapatan, Harga Pokok Pendapatan, Biaya Overhead, Biaya Staff, Biaya Administrasi Umum, Pendapatan dan Biaya Lain-Lain, yaitu penjelasan tentang pengertian serta cara pemakaian akun tertentu yang dianggap perlu dan dapat dipergunakan sebagai acuan di dalam proses akuntansi pendapatan dan akuntansi biaya :

61100       Pendapatan

Merupakan akun yang mencatat semua pendapatan yang dihasilkan dari operasi normal perusahaan.

61200       Pendapatan Jasa

Merupakan akun yang menampung semua pendapatan atau penjualan yang dihasilkan dari operasi normal perusahaan dalam bentuk Jasa.

61300       Pendapatan Lainnya

Merupakan akun yang digunakan untuk menampung semua pendapatan dari aktifitas penjualan lainnya.
Penjelasan Kode Akuntansi Akun Pendapatan, HPP, & Biaya Administrasi

62100       Potongan Penjualan

Akun ini digunakan mencatat potongan yang diberikan perusahaan kepada pelanggan.