Posts

Featured Post

Begini Cara Menghitung dan Mencatat Jurnal Transaksi Diskon, Retur Penjualan

Image
Diskon atau potongan harga dengan berbagai variannya adalah salah satu strategi pemasaran yang lumrah dan menjadi andalan hampir semua penjual. Kalimat-kalimat indah, menggoda, dan menggugah rasa ingin berbelanja bertebaran di mana-mana. Sampai-sampai ada yang gila diskon . Ini beberapa contohnya. “Beli dua gratis satu” “Belanja senilai Rp. 500.ooo gratis voucher belanja senilai Rp.50.000” “Diskon 50% bila berbelanja pukul 22.00 – 24.00” “Diskon sesuai usia Anda, diskon sesuai usia pernikahan Anda” “Cukup bayar Rp. 100.000 Anda bisa menikmati tempat-tempat romantis di dunia” “Sebelum Anda membeli rumah kami, nikmati fasilitas rumah kami 2 hari secara gratis” Strategi lain yang juga dijalankan oleh penjual adalah dengan menuliskan beberapa alternatif harga produk dari yang tertinggi sampai terendah, ada juga yang menampilkan harga coret ? Sering menemui kan? Misalnya: Untuk produk ini Anda cukup membayar Rp. 10.000   Rp. 8.000 Tujuan dari strategi itu...

Jurnal Akuntansi PPh 23: Dari Pemotongan hingga Pelaporan

Image
  Jurnal Akuntansi PPh Pasal 23: Pencatatan, Perspektif, dan Contoh Penerapan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 23 memiliki peran ganda dalam dunia akuntansi. Bagi pihak yang membayarkan penghasilan (Pemotong), PPh Pasal 23 adalah kewajiban sementara (utang). Sebaliknya, bagi pihak yang menerima penghasilan (Penerima), PPh Pasal 23 adalah aset berupa kredit pajak yang dapat mengurangi kewajiban pajak akhir tahun. Mencatat transaksi PPh Pasal 23 secara akurat dalam jurnal akuntansi adalah kunci untuk memastikan laporan keuangan (terutama Laporan Laba Rugi dan Neraca) mencerminkan kondisi finansial yang sebenarnya. Kesalahan pencatatan dapat menyebabkan salah saji utang atau piutang pajak, yang berujung pada denda dan sanksi dari otoritas pajak. Artikel ini akan mengupas tuntas penerapan PPh Pasal 23 dari dua sudut pandang utama—Pemotong dan Penerima—serta menyajikan contoh jurnal yang terperinci. Konsep Dasar Akuntansi PPh Pasal 23 Dalam akuntansi, PPh Pasal 23 dicatat menggunakan dua j...

PPh Pasal 23: Panduan Lengkap Tarif, Objek, dan Contoh Perhitungan

Image
  Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 23 adalah salah satu instrumen pemotongan pajak yang paling sering ditemui dalam transaksi bisnis sehari-hari di Indonesia. Pajak ini dikenakan atas penghasilan yang berasal dari modal, penyerahan jasa, atau penyelenggaraan kegiatan selain yang telah dipotong PPh Pasal 21. Dalam dunia usaha, terutama bagi perusahaan yang sering menggunakan jasa pihak ketiga (seperti jasa konsultan, marketing , atau sewa aset), pemotongan PPh Pasal 23 adalah kewajiban yang harus dipahami dan dilaksanakan dengan benar. Kegagalan dalam memotong, menyetor, dan melaporkan PPh Pasal 23 dapat mengakibatkan sanksi dan denda bagi perusahaan. Artikel ini akan mengulas secara tuntas mengenai PPh Pasal 23, mulai dari siapa yang berhak memotong, objek apa saja yang dikenakan, tarif yang berlaku, hingga contoh perhitungan praktisnya. Dasar Hukum dan Karakteristik PPh Pasal 23 Dasar hukum PPh Pasal 23 diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan yang tela...

Contoh Jurnal Akuntansi PPh / BPHTB Untuk Hibah dan Warisan

Image
  Dalam kehidupan bermasyarakat, pengalihan harta atau kekayaan dari satu pihak ke pihak lain adalah hal yang lumrah. Dua cara paling umum yang digunakan untuk tujuan ini adalah melalui hibah dan warisan . Meskipun keduanya sama-sama bertujuan memberikan aset, banyak orang yang masih bingung mengenai perbedaan mendasar antara keduanya, terutama terkait kewajiban pajaknya. Pemahaman yang keliru dapat berujung pada masalah hukum dan denda pajak yang tidak terduga. Artikel ini akan mengupas tuntas perbedaan antara hibah dan warisan, serta menjelaskan secara rinci bagaimana perlakuan pajaknya di Indonesia, lengkap dengan contoh angka dan ilustrasi jurnal akuntansi. Perbedaan Mendasar Antara Hibah dan Warisan Sebelum membahas pajaknya, penting untuk memahami perbedaan utama antara hibah dan warisan. Perbedaan ini tidak hanya soal istilah, tetapi juga menyangkut aspek hukum, waktu, dan pihak yang terlibat. Waktu Pelaksanaan: Ini adalah perbedaan paling signifikan. Hibah adalah pemberi...

Memahami Perbedaan Hibah dan Warisan: Bagaimana Aturan Pajaknya?

Image
  Dalam konteks hukum dan finansial, hibah dan warisan adalah dua cara yang umum digunakan untuk mengalihkan aset atau kekayaan dari satu pihak ke pihak lain. Meskipun keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu memberikan harta, perbedaan mendasar antara keduanya sangat signifikan. Perbedaan ini tidak hanya terletak pada proses pelaksanaannya, tetapi juga pada implikasi hukum dan, yang paling penting, pada perlakuan pajaknya. Memahami perbedaan ini sangat krusial agar tidak ada kesalahpahaman dan kewajiban perpajakan dapat dipenuhi dengan benar. Perbedaan Mendasar Antara Hibah dan Warisan Perbedaan paling utama antara hibah dan warisan dapat dilihat dari beberapa aspek kunci, yaitu: waktu pelaksanaan, status pemberi, subjek penerima, dan proses hukumnya. 1. Waktu Pelaksanaan Hibah: Dilakukan saat pemberi harta (penghibah) masih hidup. Ini adalah tindakan sukarela yang dilakukan secara sadar untuk memberikan aset kepada orang lain tanpa mengharapkan imbalan. Proses hibah bisa dilaku...

Apa itu Penyusutan Fiskal dan Amortisasi?

Image
  Apa itu Penyusutan Fiskal dan Amortisasi? Di antara ketentuan pajak di Indonesia adalah penyusutan dan amortisasi. Mungkin masih ada Wajib Pajak (WP) yang masih bingung mengenai apa itu   penyusutan fiskal dan amortisasi,   temukan penjelasannya di sini.  Tentu saja, penyusutan fiskal dan amortisasi ini berkaitan erat dengan   aktivitas perpajakan . Oleh karena itu, pemahaman mengenai penyusutan fiskal dan amortisasi menjadi keharusan bagi yang mengurus laporan keuangan dan perpajakan suatu usaha atau perusahaan. Sehingga berbagai aktivita keuangan, mulai dari pembuatan laporan keuangan sebagai syarat dalam pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan/Masa PPh Badan atau perusahaan dalam berjalan lancar dan benar. Penjelasan tentang Penyusutan Fiskal Penyusutan terjadi ketika WP melakukan pengeluaran untuk pembelian, pendirian, penambahan, perbaikan, atau perubahan harta berwujud. Hal ini tidak berlaku untuk tanah yang berstatus hak milik, hak guna bangunan, ha...

Panduan Pajak Sewa Ruko Dan Kendaraan Bagi Pengurus CV

Image
Artikel ini merupakan panduan pajak sewa ruko dan kendaraan baik mobil ataupun motor bagi CV yang menggunakan aset milik pengurus/orang pribadi. Setiap bab disusun naratif dilengkapi dengan ilustrasi hitungan matematika nyata . PRINSIP DASAR PERPAJAKAN CV Dalam perpajakan, CV diperlakukan berbeda dengan PT. Kepemilikan aset ditentukan oleh nama pada sertifikat, STNK, atau BPKB , bukan oleh sumber dana. Jika aset masih atas nama pengurus, maka aset tersebut bukan milik CV , sehingga tidak boleh dicatat sebagai aktiva tetap dan tidak boleh disusutkan. Agar pengeluaran CV diakui sebagai biaya fiskal, harus ada tiga unsur sekaligus: hubungan hukum (perjanjian) , nilai wajar , dan pajak yang dipotong serta disetor . Tanpa salah satu unsur ini, biaya sangat mudah dikoreksi oleh petugas pajak saat pemeriksaan.   A. SEWA RUKO MILIK PENGURUS KE CV Dalam struktur hukum perpajakan, CV dan Pengurus adalah dua subjek pajak yang berbeda. Jika CV menggunakan aset pribadi milik pengurus (ruko) se...

Download Excel Stok Barang: Lacak Penjualan, Pembelian dan Perputaran Stok

Image
  Dalam dunia bisnis yang serba cepat, pengelolaan stok barang atau inventory management bukan sekadar mencatat barang masuk dan keluar. Stok barang adalah jantung dari arus kas ( cash flow ) perusahaan, dan disini kita akan membedah bagaimana sebuah file Excel sederhana bisa berubah menjadi alat pengambilan keputusan yang canggih. Mengapa Memilih Excel untuk Manajemen Stok? Meskipun banyak perangkat lunak ERP ( Enterprise Resource Planning ) mahal di luar sana, Excel tetap menjadi pilihan utama bagi banyak pengusaha. Alasannya sederhana: fleksibilitas. Dengan Excel, Anda dapat menghitung Perputaran Stok (Stock Turnover) , menentukan Reorder Point , hingga memantau Stok Habis (Critical Items ) secara real-time. Berdasarkan Excel Stok Barang: Lacak Penjualan, Pembelian dan Perputaran Stok yang bisa di download secara gratis, mari kita bedah komponen-komponen penting yang terdapat dalam file Excel :